Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam membantu para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui pelaksanaan Program Vokasi Nasional Semester II Tahun 2026. Program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi peningkatan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat yang terdampak dinamika industri dan ekonomi global.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,12 triliun. Program ini akan menyasar 50 ribu pekerja korban PHK serta 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di berbagai daerah di Indonesia melalui pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah ingin memastikan para pekerja terdampak PHK tetap memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan kembali terserap di dunia kerja. Menurutnya, program vokasi nasional menjadi langkah strategis untuk menjaga produktivitas tenaga kerja nasional.