Oleh: Rama Aditya
Komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan inklusif terus diperkuat melalui program Sekolah Rakyat (SR) yang kini semakin dirasakan manfaatnya di berbagai daerah. Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara konsisten menunjukkan kepeduliannya terhadap siswa Sekolah Rakyat melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan langsung para peserta didik.
Hingga saat ini, sedikitnya sembilan Sekolah Rakyat telah terlibat dalam berbagai kegiatan di sejumlah wilayah, mulai dari Bangkalan, Kediri, Lamongan, Pamekasan, Mojokerto, Banyuwangi, Tuban, Jombang hingga Gresik. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan cakupan program tersebut akan terus diperluas agar semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu dapat merasakan manfaatnya.
Khofifah menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat bukan hanya untuk memberikan akses pendidikan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda. Ia berpandangan bahwa perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah menjadi faktor penting dalam menumbuhkan semangat belajar serta optimisme siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dalam berbagai kegiatan, siswa Sekolah Rakyat tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga turut berkontribusi melalui penampilan seni seperti hadrah. Selain itu, mereka juga mendapatkan dukungan berupa perlengkapan sekolah dan kebutuhan lainnya sebagai bentuk perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.
Interaksi langsung antara pemimpin daerah dan siswa turut memberikan dampak psikologis positif, terutama bagi anak-anak yang berasal dari latar belakang ekonomi sederhana. Salah satu siswa di Bangkalan mengungkapkan rasa bangganya dapat bertemu langsung dengan gubernur, yang menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi tambahan untuk terus belajar.