KUPANG, WARTAALOR.COM — Ketua ExCo Partai Buruh Kabupaten Alor yang juga menjabat Sekretaris ExCo Partai Buruh Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ari Yanto Fernandez, menyampaikan evaluasi terhadap satu tahun masa pelayanan Bupati dan Wakil Bupati Alor, Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo, yang dikenal dengan paket “Is The Rock”.
Sebagai salah satu partai pengusung dalam Pilkada Alor 2024, Partai Buruh menyatakan adanya kekecewaan karena hingga satu tahun setelah pelantikan, dinilai belum terlihat kerja-kerja pembangunan yang signifikan di Kabupaten Alor.
Ari Yanto Fernandez menjelaskan bahwa pasangan Bupati dan Wakil Bupati Alor dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Namun, menurutnya, sejak awal masa pemerintahan, pemerintah daerah menghadapi sejumlah kendala yang mempengaruhi kinerja pemerintahan.
“Kami sebagai salah satu partai pengusung yang ikut bekerja memenangkan paket Is The Rock dalam Pilkada Alor 2024 merasa kecewa. Sejak pelantikan hingga saat ini, kami menilai belum ada kerja nyata yang terlihat secara signifikan,” ujarnya dalam keterangan pers tertulis yang diterima media, Minggu (15/3/2026).
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa pada awal masa pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati belum dapat bekerja secara maksimal karena proses penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 dilakukan pada masa Penjabat Bupati.
“Pada saat penetapan anggaran tahun 2025 oleh DPRD Kabupaten Alor, yang mengajukan adalah Penjabat Bupati. Sehingga ruang kerja pemerintahan definitif masih sangat terbatas dan yang dapat dilakukan lebih banyak bersifat seremonial,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ari Yanto menilai kondisi kesehatan Bupati Alor yang mengalami sakit sejak Juli 2025 turut mempengaruhi jalannya roda pemerintahan di daerah tersebut. Penyakit yang diderita Bupati disebut cukup serius dan berdampak pada aktivitasnya sebagai pengambil keputusan tertinggi di Kabupaten Alor.
“Sejak bulan Juli 2025 hingga saat ini Bupati mengalami sakit stroke. Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi aktivitas beliau dalam menjalankan tugas pemerintahan,” katanya.
Menurut Ari, meskipun Wakil Bupati Rocky Winaryo dinilai tetap berupaya menjalankan tugas dengan membangun komunikasi serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, sejumlah keputusan strategis tetap harus ditetapkan oleh Bupati.
Ia juga menyoroti kondisi pemerintahan di Kabupaten Alor yang dinilai berjalan lambat dibandingkan daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Di NTT terdapat 21 kabupaten dan satu kota yang sudah mulai bergerak dengan mengisi kekosongan jabatan strategis seperti Sekda maupun pejabat eselon II. Namun di Kabupaten Alor kondisi ini belum berjalan optimal,” ungkapnya.
Selain itu, Ari menyinggung sejumlah dinamika pemerintahan yang memicu ketidakpastian, termasuk polemik terkait pelantikan kepala dinas yang sempat dilakukan oleh Wakil Bupati namun kemudian dibatalkan dengan alasan kondisi kesehatan Bupati.
“Selain itu juga muncul berbagai informasi yang simpang siur di tengah masyarakat, seperti isu dugaan pemalsuan tanda tangan Bupati, hingga polemik pengusulan calon Sekda yang disebut-sebut terjadi lebih dari satu jalur,” katanya.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas, maka dapat berdampak pada stabilitas pemerintahan dan berpotensi menyeret pihak-pihak yang sebenarnya tidak bersalah dalam persoalan hukum maupun politik.
Karena itu, Ari Yanto mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Alor agar tetap aman dan kondusif.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga situasi Alor tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga meminta DPRD Kabupaten Alor dapat mengambil inisiatif untuk mempertemukan Bupati dan Wakil Bupati guna mencari solusi terbaik atas kondisi pemerintahan saat ini.
“Kami berharap DPRD dapat mengundang Bupati dan Wakil Bupati untuk duduk bersama mencari solusi. Kami juga berharap Bupati bersedia melanjutkan pengobatan sesuai usulan Komisi I DPRD agar dapat memperoleh penanganan medis yang lebih intensif,” katanya.
Sebagai partai pengusung, Partai Buruh juga berharap Bupati Iskandar Lakamau bersedia menjalani pengobatan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap serta tenaga dokter spesialis yang memadai.
“Melihat penyakit yang dialami Bupati, tentu membutuhkan penanganan serius dari dokter ahli. Kami berharap Bupati dan keluarga dapat mempertimbangkan berbagai masukan secara positif demi kepentingan masyarakat Kabupaten Alor,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pembahasan internal di antara partai-partai pengusung, Ari mengakui hingga saat ini belum ada pertemuan resmi yang dilakukan.
“Tiga partai pengusung sampai hari ini belum bertemu karena masih fokus pada agenda internal masing-masing. Namun kami berencana setelah Lebaran dapat berkomunikasi dan duduk bersama untuk membahas berbagai persoalan yang terjadi dalam satu tahun kepemimpinan Is The Rock,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa komunikasi antar partai pengusung penting dilakukan guna mencari langkah terbaik demi menjaga stabilitas pemerintahan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. ***(joka)
