Partai Buruh Pengusung Is The Rock Kecewa, Nilai Satu Tahun Pemerintahan Belum Tunjukkan Kerja Nyata

Ketua ExCo Dewan Pimpinan Cabang Partai Buruh Kabupaten Alor, Ari Yanto Fernandez, dan Presiden Partai Buruh Indonesia, Said Iqbal (pakai kacamata).

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Partai Buruh sebagai salah satu partai pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Alor, Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo (paket “Is The Rock”) pada Pilkada Alor 2024 menyatakan kekecewaannya terhadap jalannya pemerintahan selama satu tahun terakhir.

Ketua ExCo Partai Buruh Kabupaten Alor yang juga menjabat Sekretaris ExCo Partai Buruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ari Yanto Fernandez, mengatakan hingga genap satu tahun sejak pelantikan pada 20 Februari 2025 di Jakarta, pemerintahan Is The Rock dinilai belum menunjukkan kerja nyata yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Alor.

“Kami sebagai salah satu partai pengusung yang bekerja memenangkan pasangan Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo merasa kecewa. Hingga satu tahun pemerintahan berjalan, belum terlihat kerja-kerja nyata yang signifikan untuk pembangunan di Kabupaten Alor,” kata Ari Yanto Fernandez dalam press release tertulis yang diterima wartawan, Senin, (9/3/2026).

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Ari mengakui bahwa pada awal masa pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati belum dapat bekerja secara maksimal karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 disusun oleh Penjabat (Pj) Bupati sebelum pasangan tersebut dilantik.

Menurutnya, kondisi itu membuat ruang gerak pemerintahan baru cukup terbatas sehingga kegiatan yang dilakukan lebih banyak bersifat seremonial.

“Kami menyadari bahwa setelah pelantikan, Bupati dan Wakil Bupati belum dapat bekerja maksimal karena APBD 2025 diajukan oleh Pj Bupati. Sehingga kegiatan yang berjalan lebih banyak bersifat seremonial,” jelasnya.

Namun di sisi lain, Ari menilai kondisi kesehatan Bupati Alor sejak pertengahan tahun 2025 turut memengaruhi jalannya roda pemerintahan. Ia menyebut sejak Juli 2025 hingga saat ini Bupati mengalami sakit serius akibat stroke yang berdampak pada aktivitas pemerintahan.

“Sejak Juli 2025 sampai sekarang kondisi kesehatan Bupati kurang baik akibat stroke. Hal ini tentu sangat memengaruhi aktivitas beliau sebagai pengambil keputusan tertinggi di Kabupaten Alor,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun Wakil Bupati Rocky Winaryo dinilai cukup aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai stakeholder di Kabupaten Alor maupun kementerian terkait, namun secara struktural keputusan strategis tetap berada di tangan Bupati.

Ari juga menyoroti stagnasi pemerintahan daerah dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi NTT. Ia menyebut dari 21 kabupaten dan satu kota di NTT, sebagian besar daerah telah bergerak mengisi jabatan strategis seperti Sekretaris Daerah (Sekda) maupun pejabat eselon II.

“Sebagian besar daerah di NTT sudah mulai bergerak dengan mengisi kekosongan Sekda maupun pejabat eselon II. Sementara Kabupaten Alor justru masih berjalan di tempat,” katanya.

Selain itu, menurutnya situasi pemerintahan di Alor juga diwarnai berbagai persoalan yang menimbulkan ketidakpastian kepemimpinan, termasuk polemik pelantikan kepala dinas yang sempat dilakukan oleh Wakil Bupati namun kemudian dibatalkan dengan alasan kondisi kesehatan Bupati.

Ia juga menyinggung berbagai informasi yang beredar di masyarakat, seperti dugaan pemalsuan tanda tangan Bupati hingga polemik pengusulan calon Sekda yang menimbulkan berbagai spekulasi di publik.

“Berbagai informasi simpang siur yang beredar di masyarakat berpotensi memicu ketidakpastian dalam pemerintahan. Jika situasi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang lebih serius,” ujarnya.

Karena itu, Ari mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD Kabupaten Alor, untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah serta mencari solusi atas situasi yang terjadi saat ini.

Ia juga mendorong DPRD Kabupaten Alor agar dapat mengundang Bupati dan Wakil Bupati untuk duduk bersama membahas kondisi pemerintahan dan mencari jalan keluar terbaik.

“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga situasi Alor tetap aman dan kondusif. Kami juga berharap DPRD dapat mengundang Bupati dan Wakil Bupati untuk duduk bersama mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi,” katanya.

Terkait kondisi kesehatan Bupati, Partai Buruh berharap agar Iskandar Lakamau bersedia menjalani pengobatan intensif di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan tenaga medis yang memadai.

“Melihat kondisi kesehatan Bupati, tentu dibutuhkan penanganan serius dari dokter ahli. Kami berharap Bupati bersedia melanjutkan pengobatan intensif di rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap dan dokter spesialis,” ujar Ari.

Ia juga mengajak Bupati dan keluarga untuk membuka diri terhadap berbagai masukan dari berbagai pihak demi kepentingan masyarakat Kabupaten Alor.

“Harapan kami, Bupati dan keluarga dapat berpikir positif, rendah hati, serta bersedia menerima saran dari berbagai pihak demi kepentingan masyarakat Alor,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ari mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pertemuan resmi antara partai-partai pengusung untuk membahas secara khusus evaluasi satu tahun pemerintahan Is The Rock.

Menurutnya, tiga partai pengusung masih disibukkan dengan agenda internal masing-masing.

“Sejauh ini belum ada pertemuan resmi antara partai pengusung karena masing-masing masih fokus dengan agenda partai,” katanya.

Namun demikian, Ari memastikan bahwa komunikasi antar partai pengusung akan segera dilakukan setelah perayaan Idulfitri.

“Kami berencana setelah Lebaran akan melakukan komunikasi dan duduk bersama dengan partai pengusung lainnya untuk membahas situasi pemerintahan Is The Rock yang sudah berjalan satu tahun ini,” pungkasnya. ***(joka)

Pos terkait