Tokoh Agama dan Masyarakat Berperan Mewujudkan Pilkada Damai

Oleh : Eva Kalyna Audrey )*

Mewujudkan Pilkada yang damai bukanlah tugas yang mudah, tapi dengan peran aktif dari tokoh agama dan masyarakat, impian ini bukan sekadar angan-angan belaka. Mereka adalah penjaga moral dan penjaga kedamaian yang mampu meredam gejolak, menyejukkan suasana, dan memupuk rasa kebersamaan di tengah perbedaan pilihan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan telah mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk aktif berpartisipasi demi terciptanya Pilkada yang aman dan damai. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono, dalam sebuah dialog di Radio Republik Indonesia (RRI) yang berlangsung di aula kantor Bawaslu Kalsel, Banjarmasin.

Pada acara tersebut, hadir juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Selatan, Ilham Masykuri Hamdie, dan Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (Ikasba) Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi.

Mereka menekankan pentingnya keterlibatan aktif dari stakeholder seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), FKUB, dan Ikasba untuk menjaga harmonisasi antar agama, etnis, dan suku selama Pilkada. Hal ini diharapkan dapat menekan potensi kerawanan yang mungkin timbul.

Aries Mardiono menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Pilkada di daerah ini dapat berjalan lancar dan kondusif seperti pemilu sebelumnya. Dalam menghadapi potensi kerawanan seperti gesekan antar golongan, suku, atau agama, keterlibatan MUI, FKUB, dan Ikasba sangat penting untuk mengawal pemilihan serentak ini.

Pos terkait