Di sisi ketenagakerjaan, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut peningkatan keterampilan tenaga kerja, khususnya generasi muda. Program magang dan akses rekrutmen yang transparan juga perlu diperluas untuk menjembatani kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
“Penciptaan lapangan kerja formal yang layak harus menjadi prioritas. Industrialisasi dan hilirisasi perlu menghasilkan pekerjaan produktif dengan kepastian pendapatan dan perlindungan tenaga kerja,” tegasnya.
Lebih lanjut, penguatan ketahanan pangan dan energi serta dukungan terhadap sektor produktif diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian global. Prof. Telisa menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, dan lembaga pengawas agar kebijakan ekonomi semakin tepat sasaran dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan.