Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa orientasi utama program perumahan adalah menyediakan hunian bagi rakyat. Ia mengapresiasi kerja sama pengembang, perbankan, dan konsumen, serta menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.
“Tujuan kita adalah membangun perumahan bagi rakyat. Kita harus menjadi tim yang baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengembang, perbankan, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama. Kepada para konsumen, saya juga menerima dan menghargai setiap masukan yang disampaikan,” ujar Maruarar.
Melalui penguatan koordinasi dan percepatan administrasi, pemerintah berupaya memastikan program FLPP memberikan akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk meningkatkan realisasi penyaluran hingga akhir 2026, sekaligus memperkuat upaya penyediaan hunian yang terjangkau. (*)