Ketegasan Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun dalam Program MBG

Ketegasan pengelolaan MBG juga diarahkan pada kelompok penerima yang memiliki kebutuhan berbeda. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) ikut mengawasi penyaluran MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B. Pemerintah tidak menyamakan kebutuhan kelompok ini dengan anak sekolah karena kondisi gizi dan tahapan pertumbuhan penerima memiliki karakteristik masing-masing.

Pendampingan TPK diperkuat melalui standar operasional prosedur yang mengatur peran tenaga pendamping dalam memastikan makanan diterima oleh sasaran yang tepat. Bidan, tenaga kesehatan, dan kader PKK dilibatkan dalam pemantauan keluarga sasaran, termasuk kelompok pada periode seribu hari pertama kehidupan. Sistem pendampingan berbasis data juga dirancang agar pembagian keluarga yang menjadi tanggung jawab setiap TPK lebih terstruktur.

Pengawasan pada kelompok 3B memperlihatkan bahwa MBG mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan penerima. Menu yang diberikan kepada balita, misalnya, tidak dapat diperlakukan sama dengan makanan untuk anak sekolah karena kebutuhan gizi dan kemampuan konsumsi keduanya berbeda. Penyesuaian itu juga berkaitan dengan agenda pencegahan stunting yang membutuhkan ketepatan sasaran serta pemantauan secara berkelanjutan.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan MBG secara keseluruhan. Penutupan SPPG yang belum mendaftarkan SLHS menunjukkan bahwa pemerintah menggunakan persyaratan administratif dan sanitasi sebagai instrumen pengendalian, bukan sekadar formalitas. BGN menyatakan dapur yang dihentikan sementara akan menjalani investigasi lebih lanjut sebelum dapat kembali menjalankan layanan sesuai ketentuan.

Kebijakan pengawasan itu menjadi semakin penting seiring bertambahnya kebutuhan bahan pangan untuk MBG. Perum Bulog memastikan beras premium dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan program sesuai arahan pemerintah. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pasokan itu akan menggunakan identitas Beras Kita Premium, sementara mekanisme volume dan distribusi khusus untuk MBG masih menunggu pengaturan lebih lanjut.

Pos terkait