“Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan,” ujar Tysa.
Penilaian mencakup ketepatan waktu distribusi, kelayakan makanan, dan kualitas hidangan. Data tersebut akan digunakan BGN untuk mengidentifikasi SPPG yang membutuhkan perbaikan.
Sekolah juga tetap dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal yang tersedia dan meneruskannya kepada BGN apabila laporan belum mendapat tindak lanjut.
Penguatan tata kelola juga diarahkan pada peningkatan pengalaman siswa. BGN bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mengembangkan MBG-JICA Pilot dengan mengadaptasi konsep shokuiku dari Jepang, yakni pendidikan pangan dan gizi yang menggabungkan pengetahuan dengan pengalaman praktis.