Kementerian Pertanian mencatat produktivitas padi melalui penerapan teknologi PM-AAS dapat mencapai 10,43 ton per hektare. Pengembangan program tersebut mencakup pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, pengelolaan air, hingga mekanisasi pertanian.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan kebijakan harga tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
“Saat ini dengan petani mendapatkan harga gabah Rp6.500, itu sudah 34 persen dari ongkos produksi, yang mana itu meningkatkan NTP kita menjadi 129. Tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Artinya bahwa ini ada peningkatan di kesejahteraan di level petani. Ini yang penting,” ungkap Amran.
Penguatan produksi, teknologi, dan kesejahteraan petani menjadi fondasi pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.