Dorong Ekonomi Riil, Insentif Likuiditas Dialirkan Optimal ke Sektor UMKM

Jakarta – Pemerintah bersama otoritas moneter terus mendorong agar likuiditas perbankan tidak berhenti sebagai dana yang tersedia di sistem keuangan, tetapi benar-benar mengalir menjadi pembiayaan bagi sektor riil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut diperkuat melalui penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia yang mulai berlaku September 2026. Kebijakan ini diarahkan agar insentif perbankan semakin tepat sasaran dan mendukung aktivitas ekonomi produktif.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga agar ketersediaan likuiditas memberikan dampak nyata terhadap kegiatan usaha. Menurutnya, pembiayaan harus mampu mendorong ekspansi bisnis, meningkatkan produktivitas, dan membuka lapangan kerja. “Karena itu, sinergi dengan Pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan likuiditas yang tersedia benar-benar bermuara pada ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Destry dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia.

Pos terkait