JAKARTA — Semangat 28 tahun Reformasi kembali ditegaskan pemerintah melalui komitmen memperkuat demokrasi, penegakan hukum, penghormatan hak asasi manusia (HAM), serta reformasi institusi negara agar semakin berpihak kepada rakyat. Presiden Prabowo Subianto menegaskan aparat TNI dan Polri harus terus melakukan pembenahan internal dan tidak boleh terlibat dalam praktik-praktik ilegal yang mencederai kepercayaan publik.
“Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum keadilan dan kebenaran. Tidak boleh backing macam-macam,” kata Presiden Prabowo.
Presiden juga mengingatkan agar seluruh aparat berani melakukan koreksi dan membersihkan institusi dari berbagai bentuk penyimpangan.
“Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi, jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang backing penyelewengan, aparat yang backing penyelundupan, backing narkoba, backing judi, backing ilegal ini itu. Jangan sampai begitu,” tegasnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa TNI dan Polri harus menjadi institusi yang bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
“Inilah saya katakan TNI adalah tentara rakyat, polisi kita harus jadi polisi rakyat, dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan Kepolisian sekarang,” ujarnya.