Menurutnya, AMANAH telah mengembangkan teknologi pemurnian minyak nilam menggunakan metode molecular distillation and fractionation sehingga produk lokal dapat naik kelas ke industri kosmetik dan parfum.
“Dengan teknologi ini, minyak nilam bisa masuk ke grade kosmetik, skincare, hingga parfum. Ini penting karena selama ini bahan mentah dari Indonesia diekspor, lalu kita membeli kembali dalam bentuk produk jadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong substitusi impor dan menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis hilirisasi di daerah.
“Jika ini berjalan, maka hilirisasi benar-benar terjadi di dalam negeri—dari bahan baku hingga produk akhir. Ini akan menjadi gerakan ekonomi yang sangat besar,” tegasnya.
Selain hilirisasi, AMANAH juga fokus pada peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan, penguatan soft skill, serta pendampingan usaha berbasis teknologi.
