Melalui teknologi ini, minyak nilam asal Aceh tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah hingga memenuhi standar kosmetik, skincare, dan parfum berkualitas tinggi. AMANAH bahkan telah memiliki fasilitas produksi dan formulasi kosmetik serta parfum untuk mendukung substitusi impor.
“Jika ini berjalan, maka hilirisasi benar-benar terjadi di dalam negeri, dari bahan baku hingga produk akhir. Ini akan menjadi gerakan ekonomi yang sangat besar,” tegas Syaifullah.
Menurutnya, respons publik sangat positif, dengan sejumlah influencer kembali mempromosikan AMANAH sebagai pusat pengembangan pemuda Aceh. AMANAH akan menerapkan kolaborasi pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media, untuk mempercepat pemberdayaan pemuda Aceh secara terukur dan terintegrasi.
Sebelumnya, Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyebut bahwa fasilitas AMANAH menjadi ruang nyata bagi anak muda untuk berkembang dan berinovasi.
“Fasilitas di sini sangat lengkap dan luar biasa. Ini adalah jawaban bagi keresahan anak muda kita yang memiliki bakat, tetapi sering terkendala infrastruktur,” tuturnya.
