Jakarta – Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga survei Poltracking Indonesia mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai angka 74,1 persen. Hasil ini menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan menjelang satu setengah tahun pemerintahan.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amwari, mengatakan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan angka yang tinggi, yakni 74,1 persen. Hasil ini dinilai cukup menarik, mengingat berbagai dinamika global yang berpotensi menekan ekspektasi publik.
“Kinerja pemerintahan dalam hal ini Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming angkanya 74,1 persen publik puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran. Temuan ini menarik, karena ada banyak sebenarnya yang barangkali berpotensi untuk menurunkan ekspektasi apalagi dampak ketegangan geopolitik global, tapi angka kepuasan terhadap pemerintah sejauh ini masih bertahan di atas 74 persen,” jelas Masduri.
Ia menambahkan, faktor pendorong kepuasan pada hasil survei, di antaranya program makan bergizi gratis, bantuan pemerintah tepat sasaran, serta persepsi kepemimpinan yang dinilai tegas.
“Alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, 23 persen itu disokong oleh kepuasan terhadap MBG. Kemudian, menyusul setelah MBG, ada bantuan yang dinilai tepat sasaran sebesar Rp13,8 persen dan kepemimpinan tegas dan berwibawa 10,2 persen,” ujarnya.
Selain itu, Poltracking Indonesia juga merilis hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka mencapai 75,1 persen.
“Berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, jadi 75,1 persen publik di Indonesia percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Kepuasan ini menjadi modal politik persepsi publik yang baik bagi pemerintah,” kata Masduri.
Dengan kombinasi kepercayaan dan kepuasan yang tinggi, hasil survei ini menunjukkan legitimasi publik terhadap pemerintah masih kuat, sekaligus menjadi basis penting dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi di tengah dinamika global.
Survei Poltracking diselanggarakan pada 2 – 8 Maret 2026 terhadap 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi dengan wawancara tatap muka. Adapun responden survei dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling, dengan margin of error survei +/- 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.