MARITAING, WARTAALOR.COM – Masyarakat petani di Desa Maritaing, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar upacara panen padi pada Kamis (19/3/2026). Kegiatan ini berlangsung secara gotong royong dengan melibatkan unsur pemerintah desa, gereja, serta tokoh adat setempat.
Upacara panen tersebut merupakan bentuk syukur masyarakat atas hasil pertanian yang diperoleh sekaligus wujud pelestarian tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Maritaing, Marianus Mautorin, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung sektor pertanian di wilayahnya, khususnya bantuan benih padi dari Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat.
“Bantuan benih yang diberikan telah ditanam oleh masyarakat dan pada bulan Maret ini sudah memasuki masa panen. Saat ini masyarakat sedang bergotong royong melakukan panen secara bersama-sama,” ujarnya.
Namun demikian, Marianus mengakui bahwa proses panen masih dilakukan secara manual, sehingga dari sisi efisiensi waktu dan tenaga masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas petani.
“Kami berharap adanya bantuan berupa mesin perontok dan mesin penggiling padi, sehingga ke depan masyarakat dapat bertransformasi menjadi petani milenial yang memanfaatkan teknologi,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan teknologi pertanian sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan desa.
“Dengan adanya bantuan teknologi, kami optimistis masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan ekonomi, bahkan mampu menciptakan lumbung pangan di Desa Maritaing,” jelasnya.
Sementara itu, tokoh adat Desa Maritaing menuturkan bahwa tradisi panen padi secara gotong royong merupakan bagian dari budaya lokal yang terus dipertahankan hingga saat ini. Tradisi tersebut tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menjadi identitas masyarakat setempat.
Meski demikian, ia mengakui bahwa perkembangan zaman menuntut adanya penyesuaian, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pertanian.
“Kami tetap menjaga tradisi, tetapi juga berharap adanya bantuan teknologi agar pekerjaan menjadi lebih mudah, cepat, dan hasilnya lebih maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, Desa Maritaing memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas. Namun keterbatasan tenaga kerja dan sarana pendukung menjadi kendala utama, sehingga pengelolaan lahan belum dapat dilakukan secara optimal.
Untuk diketahui bahwa pada bulan November 2025 lalu, Julie Sutrisno Laiskodat menyalurkan bantuan benih padi kepada kelompok tani yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Alor. Di wilayah daerah pemilihan dua, termasuk Desa Maritaing pendistribusian dilakukan melalui Anggaran DPRD Kabupaten Alor, Joni Tulimau sebagai wakil rakyat representasi masyarakat di Maritaing.
Melalui kegiatan panen bersama ini, masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di wilayah tersebut. ***(joka)
