Jakarta – Pemerintah kembali memperkuat stimulus di sektor transportasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 guna menjaga daya beli sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional. Kebijakan ini dinilai efektif menciptakan ruang ekonomi baru, terutama bagi masyarakat kelas menengah yang selama ini tidak sepenuhnya tersentuh bantuan sosial.
Tenaga Pakar Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan pengalaman stimulus transportasi pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, paket kebijakan yang difokuskan pada transportasi serta pariwisata ekonomi kreatif mampu menggerakkan sektor lain yang saling terhubung.
“Kalau kita lihat di kuartal kedua kemarin, sektor yang berkaitan dengan transportasi meningkat cukup baik. Sektor akomodasi makanan dan minuman misalnya naik sekitar 8 persen, sementara sektor jasa bahkan tumbuh di atas 10 hingga 11 persen,” ujar Fithra.
Ia menjelaskan, meski nilai stimulus transportasi relatif kecil dibandingkan anggaran bansos, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai signifikan karena menciptakan aktivitas ekonomi baru. Fithra menilai kebijakan ini juga menjadi solusi bagi kelompok kelas menengah yang tidak menerima bansos namun membutuhkan dorongan daya beli.