Tawuran Pemuda Antar Kampung Meningkat di Kalabahi, Visi Misi “Is The Rock” tentang Alor Aman Disorot

Dosen Untrib Kalabahi, Alboin Selly | Foto dok pribadi

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kasus tawuran pemuda antar kampung di Kota Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena berdampak langsung pada rasa aman, aktivitas ekonomi, dan citra daerah sebagai destinasi pariwisata.

Fenomena tersebut mencuat menjelang satu tahun masa pemerintahan Bupati Alor Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo, yang dikenal dengan sebutan Paket Is The Rock. Dimana salah satu visi utama pemerintahan ini adalah mewujudkan Kabupaten Alor yang aman, demokratis, maju, dan berkelanjutan.

Sejumlah insiden tawuran yang terjadi di berbagai titik di Kota Kalabahi antara lain melibatkan pemuda dari Kelurahan Wetabua dan Kampung Baru Desa Lendola, Watatuku dan Mola, pemuda Sawah Lama, kemudian Jembatan Hitam dan Ningrat. Terkini ada tawuran pemuda diketahui dari Pasar Lipa dan Batutenata.

Bacaan Lainnya

Perkelahian yang kerap terjadi siang maupun malam hari ini menimbulkan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat. Warga mengaku waswas beraktivitas di luar rumah, sementara pedagang khawatir situasi sewaktu-waktu berubah menjadi ricuh.

Kondisi keamanan yang tidak stabil turut memengaruhi sektor ekonomi dan pariwisata. Beberapa pelaku usaha mengaku mengalami penurunan aktivitas karena masyarakat membatasi mobilitas, terutama pada malam hari. Selain itu, kekhawatiran akan keamanan disebut membuat wisatawan enggan berkunjung ke Alor, yang selama ini dikenal memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata bahari.

Padahal, Kabupaten Alor selama ini dikenal sebagai daerah dengan nilai adat, budaya, dan persaudaraan yang kuat. Maraknya konflik antar pemuda dinilai berpotensi merusak citra tersebut.

Dosen Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi, Alboin Selly, menilai meningkatnya tawuran tidak hanya dipengaruhi faktor sosial, tetapi juga mencerminkan perlunya penguatan peran pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Dalam pernyataannya di media sosial Facebook pada 13 Februari 2026, ia menyebut masyarakat mulai jenuh dengan konflik yang berulang. Menurutnya, kata “aman” dalam visi daerah seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia menekankan bahwa persoalan pemuda memiliki banyak faktor, seperti pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, minimnya kegiatan positif, serta kurangnya perhatian dan pembinaan. Namun, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan situasi dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat.

Berbagai pihak menilai pendekatan pencegahan harus menjadi prioritas. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:

  1. Pelibatan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan
  2. Penguatan peran keluarga dan sekolah dalam pembinaan karakter
  3. Penyediaan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan pelatihan kerja
  4. Penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda
  5. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan
  6. Pendekatan kolaboratif dinilai penting untuk memastikan energi generasi muda tersalurkan ke kegiatan yang produktif.
  7. Momentum Evaluasi Menjelang Satu Tahun Pemerintahan

Menjelang satu tahun pemerintahan Paket Is The Rock pada 20 Februari 2026, kondisi keamanan di Kalabahi menjadi perhatian publik sekaligus momentum evaluasi. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kita semua tentu mau Alor ini aman. Kita bangga dengan daerah ini. Jangan sampai karena tawuran yang terus berulang seperti perlombaan ni buat citra kota kita jadi jelek dan masyarakat hidup dalam rasa takut,” ujarnya dalam postingan tersebut.

Keamanan, menurut berbagai kalangan, bukan sekadar jargon dalam dokumen visi-misi, melainkan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Jika stabilitas keamanan dapat terwujud, maka kepercayaan publik, pertumbuhan ekonomi, dan citra pariwisata Alor diyakini akan kembali menguat.

“Pemerintah daerah perlu tunjukkan bahwa komitmen Alor yang aman itu benar-benar dijaga dan dikendalikan dengan serius. Karena kalau keamanan tidak bisa dijaga, maka visi sebesar apa pun akan terasa kosong di mata masyarakat,” tulis Alboin Selly. ***(joka)

Pos terkait