Jakarta – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan di daerah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan petani lokal melalui inisiatif Mak Comblang Project. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi lokal.
Program MBG, yang merupakan inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya menggunakan bahan-bahan lokal dalam setiap unit layanan gizi (SPPG) untuk memastikan keberlanjutan pasokan gizi dan mendukung perekonomian setempat.
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa pengadaan bahan pangan dari petani lokal bukan hanya menguntungkan sektor gizi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan.
“Sebagai contoh, pengadaan telur ayam di Aceh, jika didatangkan dari luar daerah, dapat menghilangkan potensi anggaran hingga Rp100 miliar setiap tahunnya. Hal ini berdampak pada ekonomi lokal yang tidak dapat mengakses potensi pasar yang besar tersebut,” ujar Sony.