Yayasan IBM Beri Bantuan Alat Tangkap Hingga Bangun Sumur Bor dan Jembatan Mini di Alor

KETERANGAN FOTO: Camat ABAD Yapi Hinglir usai meresmikan tiga unit sumur bor, kemudian diserahkan oleh Ketua Yayasan IBM Zulfa Faizah kepala pemerintahan desa penerima yakni Desa Moramam, Desa Probur Utara dan Desa Halerman untuk selanjutnya dikelola | JONI KANAIRMAIH

Kalabahi, wartaalor.com – Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur masih dikategorikan sebagai daerah terisolir dari sejumlah aspek pembangunan. Baik itu aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan dan lainnya.

Hal ini bukan berarti pemerintah tidak mampu mengatasinya, tetapi kemampuan keuangan daerah masih menjadi faktor utama. Karenanya pemerintah tentu berkolaborasi dengan stakeholder lainnya untuk sama-sama membangun daerah ini dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Alor yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Seperti yang sudah dan sedang dilakukan oleh Yayasan Insan Bumi Mandiri atau disebut IBM. Yayasan berkedudukan di Jakarta ini sudah banyak sekali membantu masyarakat Kabupaten Alor khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan dan juga nelayan.

Terakhir ini, Yayasan IBM membangun sarana prasarana berupa tiga unit sumur bor di tiga desa di Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), yaitu di Desa Moramam, Desa Probur Utara dan satunya di Desa Halerman. Peresmian tiga unit sumur bor dipusatkan di Desa Moramam, Senin, 12 Juni 2023.

Koordinator Yayasan IBM Kabupaten Alor, Usman Plaikari dalam sambutannya pada acara peresmian sumur bor mengatakan, berbagai program yang dilakukan ini sebagai wujud dukungan terhadap Pemerintah Daerah dalam mengatasi berbagai persoalan di masyarakat. Karena itu, Ia memohon dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Camat ABAD, agar supaya yayasan ini terus hadir memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat di pelosok negeri ini.

Plaikari menguraikan, Yayasan IBM berdiri atau dibentuk di Kabupaten Alor pada tahun 2016. Sejak saat itu, lanjut Plaikari, Yayasan IBM mulai bergerak melayani masyarakat yang masih membutuhkan perhatian serius di seluruh wilayah Indonesia.

“Dan kami bersyukur karena dari seluruh wilayah Indonesia, Provinsi NTT khususnya di Kabupaten Alor menjadi fokus prioritas kami untuk membantu masyarakat,” ujar Plaikari.

Ia melanjutkan, program-program yang sudah dilakukan Yayasan IBM bukan saja pembangunan air minum bersih, tetapi juga bantuan-bantuan lainnya. Seperti bantuan pangan, alat tangkap dan mancing untuk nelayan. Di bidang kesehatan seperti bantuan operasi ginjal bocor bagi 2 anak, operasi usus buntu, kursi roda dan bantuan kaki palsu.

Bidang pendidikan, lanjut Plaikari, ada bantuan fisik maupun non fisik baik untuk pendidikan formal maupun non formal. Seperti pembangunan SD Negeri Folangkai di ABAD. Bangun gedung perpustakaan, mebeler, biaya pendidikan bagi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu. Tidak sampai di situ, ada juga pembangunan fisik 2 jembatan mini di Pantar Timur, bantuan 7 buah perahu motor bagi nelayan dan bantuan 10 unit sepeda motor bagi guru.

“Jadi kami melihat ada guru-guru yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah. Sehingga setiap pagi mereka berjalan kaki pergi ke sekolah untuk mengajar anak-anak. Kami bantu mereka sepeda motor,” ujar Plaikari.

Di bidang keagamaan pun demikian. Usman Plaikari menyebut Yayasan IBM sudah membantu renovasi rumah ibadah baik itu Masjid maupun Gereja hingga bantuan qurban bagi umat muslim setiap hari raya Idul Fitri.

Sementara di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, Yayasan IBM membantu memberdayakan potensi desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Seperti membangun 2 sentra tenun, membangun depot-depot mini, membantu modal usaha untuk perkiosan, membantu 2 perahu pemantauan Dugong dan juga bantuan peternakan.

“Semua program yang kami lakukan ini sumber dana dari donatur. Dan saat ini program yang sudah diusulkan yaitu pembangunan sumur bor di Desa Pintu Mas. Tim sudah survey, karena itu setelah acara peresmian ini kami akan bergeser ke Desa Pintu Mas,” tandas Plaikari.

Ketua Yayasan IBM, Zulfa Faizah mengatakan, yayasan yang Ia pimpin berdiri tahun 2016. Ketika itu dirinya bersama Ridwan Hilmi dan beberapa teman pendiri yayasan datang ke Alor dan melihat langsung bagaimana kondisi keadaan masyarakat Alor.

Setelah itu mereka kembali ke Jakarta dan menceritakan kepada donatur di pusat. Ia bersyukur karena Kabupaten Alor menjadi wilayah inspirasi, sehingga setelah mendengar kondisi keadaan masyarakat Alor para donatur langsung menyumbang uang untuk pembangunan di Kabupaten Alor.

“Jadi waktu itu ada 2 orang yang pertama kali datang ke Alor. Yang satunya seorang dokter tetapi dia menanggalkan jabatannya dan bergabung di Yayasan IBM,” ujar Faizah mengisahkan.

Faizah melanjutkan, pada tahun 2016 setelah yayasan ini dibentuk, program pertama yang dilakukan adalah pembangunan air minum bersih di Kecamatan Pulau Pura. Kemudian perlahan bergerak menyasar ke wilayah lainnya.

“Sudah 7 tahun yayasan ini berdiri, kami sering menceritakan kepada donatur kami bahwa Alor ini memang butuh perhatian serius. Sehingga dari itu para donatur membuka diri untuk membantu kami,” ungkap Faizah.

Menurut wanita paras cantik ini, di Kabupaten Alor fokus utama yang dilakukan terkait kesehatan, dan itu mencakup hingga penyediaan air minum bersih. Kemudian di bidang pendidikan, pihaknya mulai membantu biaya sekolah hingga pembangunan fisik gedung sekolah.

“Selain itu ekonomi juga menjadi fokus perhatian kami. Sebab bagaimana kalau masyarakat boleh hidup sehat tetapi taraf ekonomi belum cukup. Karena itu kami bantu modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mereka membangun perkiosan, depot-depot mini hingga bantuan alat tangkap bagi nelayan,” tutur Ketua Yayasan IBM, Zulfa Faizah.

Sementara itu, Camat ABAD Yapi Hinglir dalam sambutannya sebelum meresmikan sumur bor itu mengapresiasi niat baik dan kerja keras pihak Yayasan IBM dalam membantu masyarakat Kabupaten Alor. Camat Yapi Hinglir menyebut, untuk membangun sebuah daerah pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan pihak lainnya.

“Sehingga apa yang sudah dilakukan Yayasan IBM, selaku orang yang dipercayakan bupati mengurus wilayah ini saya mengapresiasi dan berterima kasih banyak. Banyak program yang sudah dilakukan sebagaimana disebutkan tadi itu nilainya ratusan juta hingga miliaran rupiah. Dan itu sangat membantu sekali mengatasi berbagai kesulitan masyarakat,” ujar Camat Yapi Hinglir. ***(joka)

Pos terkait