TULLENG, WARTAALOR.COM — Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Alor, Ernes Mokoni, melaksanakan kegiatan Reses I Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Tulleng, Kecamatan Lembur, pada Selasa (17/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda resmi DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen di daerah pemilihan.
Kehadiran politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu didampingi keluarga dan disambut secara adat oleh pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat di Aula Kantor Desa Tulleng. Prosesi penyambutan ditandai dengan pengalungan selendang adat oleh Ketua Lembaga Adat Desa (LAD) Daniel Samoy, didampingi Kepala Sekolah SD GMIT Fami dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lembur Isyaq Samau, Babinsa Lembur Isak Mauleti, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta perwakilan kelompok masyarakat.
Kepala Desa Tulleng, Yoksan Samay, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi Ernes Mokoni dalam mengawal pembangunan di wilayah Desa Tulleng selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.
“Bapak Ernes selalu hadir, baik dalam urusan sosial maupun pemerintahan. Banyak aspirasi masyarakat Tulleng, mulai dari infrastruktur hingga bantuan sosial, yang telah dijawab secara nyata,” ujar Yoksan.
Senada dengan itu, Camat Lembur Isyaq Samau mengakui kontribusi Ernes Mokoni di berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Lembur.
Tekankan Optimisme di Tengah Efisiensi Anggaran
Dalam arahannya, Ernes Mokoni yang juga menjabat sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Alor menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah pada Tahun Anggaran 2026 sedang mengalami efisiensi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh mengalami penurunan.
“Efisiensi anggaran memang berdampak pada belanja publik. Namun pelayanan kepada rakyat tidak boleh kendor. Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab etis dan politik untuk memperjuangkan aspirasi basodara semua,” tegas Ernes.
Ia menambahkan bahwa sejumlah aspirasi yang diusulkan pada tahun sebelumnya akan direalisasikan pada Tahun Anggaran 2026, sedangkan usulan baru yang disampaikan dalam reses kali ini akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran Tahun 2027.
Tujuh Aspirasi Prioritas Masyarakat
Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Tulleng menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang dinilai mendesak untuk mendukung kesejahteraan dan pembangunan desa. Tujuh poin utama aspirasi tersebut meliputi:
- Pembangunan irigasi dan jalan tani di area persawahan Tulleng.
- Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga Dusun II.
- Bantuan ternak babi dan kambing untuk kelompok peternak.
- Bantuan perumahan bagi keluarga muda yang baru berumah tangga.
- Pembangunan jalan ekonomi ruas Tulleng–Tasi guna mendukung distribusi hasil pertanian.
- Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk mendukung kegiatan belajar anak usia dini (PAUD).
- Pengadaan layanan internet berbasis satelit (Starlink) untuk mendukung akses digital di SD GMIT Fami.
Kegiatan reses diakhiri dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban politik kepada masyarakat. Dokumen tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Alor dan Pemerintah Daerah sebagai bahan dalam perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan anggaran daerah.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan aspirasi masyarakat Desa Tulleng dapat terakomodasi secara bertahap dalam program pembangunan daerah, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung. ***(joka)


