Oleh: Kirana Maheswari )*
Ketangguhan ekonomi sebuah bangsa tidak lahir dari ruang hampa, melainkan hasil dari orkestrasi kebijakan yang presisi dan daya adaptasi yang tinggi terhadap guncangan eksternal. Di tengah peta geopolitik dunia yang kian terfragmentasi dan ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia berhasil menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi banyak pengamat. Fondasi ekonomi nasional saat ini terbukti memiliki daya tahan atau resiliensi yang kuat, yang tidak hanya bersandar pada keberuntungan pasar, tetapi pada strategi hilirisasi dan penguatan sektor domestik yang konsisten dijalankan oleh pemerintah. Langkah-langkah terukur dalam merespons gangguan rantai pasok global menjadi bukti bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penonton dalam dinamika internasional, melainkan pemain yang mampu menjaga stabilitas internalnya dengan sangat baik.
Stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi narasi utama dalam melihat arah kebijakan ekonomi saat ini. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada pada posisi yang kokoh untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal. Menurut Haryo Limanseto, pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen secara tahunan pada 2025 menjadi indikator nyata bahwa mesin pertumbuhan tetap bekerja optimal meski di bawah bayang-bayang perlambatan global. Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan refleksi dari efektivitas kebijakan pengendalian harga dan stabilisasi pasar yang mampu menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan. Sinergi antara otoritas moneter dan fiskal memastikan bahwa daya beli masyarakat tidak tergerus oleh fluktuasi harga komoditas global yang tidak menentu.