TANGLAPUI, WARTAALOR.COM – Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, menggelar sosialisasi peran dan fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Lantoka, Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Sistem Perbankan melalui Penjaminan Simpanan.”
Sosialisasi tersebut dihadiri masyarakat dari Kecamatan Alor Timur dan Kecamatan Pureman, yang dipusatkan di Lantoka sebagai wilayah strategis perbatasan yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Camat Alor Timur, Jhon Mabilaka, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi LPS dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan simpanan di bank.
Namun, dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, antara lain:
- Pembangunan infrastruktur jalan tani
- Penyediaan air bersih
- Penguatan jaringan telekomunikasi, khususnya Telkomsel
- Penambahan tower telekomunikasi di wilayah Tanglapui
- Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan)
- Penyediaan sumber air untuk lahan pertanian
Menurutnya, wilayah Alor Timur dan Pureman merupakan beranda perbatasan negara sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, termasuk dukungan infrastruktur dasar dan konektivitas.
Ia menambahkan bahwa Tanglapui berpotensi menjadi lumbung pangan Kabupaten Alor. Pada tahun 2026, masyarakat menargetkan produksi padi mencapai 800 ton, sehingga dukungan sarana dan prasarana pertanian sangat dibutuhkan.
Sekretaris LPS, Jimmy Ardianto, menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan uang di bank karena simpanan dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.
“Lebih aman menyimpan uang di bank daripada di bawah bantal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa LPS hadir untuk menjaga stabilitas sistem perbankan dan melindungi nasabah apabila terjadi risiko pada bank.
Dalam pemaparan intinya, Julie Laiskodat menjelaskan bahwa sistem perbankan memiliki mekanisme perlindungan yang kuat. Ia mencontohkan bahwa buku tabungan yang hilang dapat diganti oleh bank tanpa memengaruhi saldo nasabah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran bunga tinggi dari lembaga keuangan tidak resmi.
“Jangan tergiur bunga tinggi dari bank yang tidak resmi. Pastikan menabung di bank yang sah agar simpanan kita aman dan dijamin,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan, Julie menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan pedesaan.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, mendorong budaya menabung yang aman, mengurangi praktik simpan uang secara nonformal dan memperkuat inklusi keuangan di wilayah perbatasan
Dengan meningkatnya literasi keuangan, masyarakat diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih aman dan produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ***(joka)
