Davos – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang memilih jalan perdamaian dan stabilitas global dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pemimpin negara, ekonom dunia, investor global, serta pelaku usaha internasional yang berkumpul di Congress Hall, menjadikan Indonesia sorotan dalam diskursus geopolitik dan ekonomi global.
Dalam forum bergengsi tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia tidak didasarkan pada konfrontasi, melainkan pada semangat persahabatan dan tanggung jawab global. Di tengah dinamika dunia yang sarat konflik dan ketidakpastian, Indonesia memilih untuk tampil sebagai kekuatan penyejuk yang mengedepankan stabilitas dan kerja sama.
“Jika Anda ingin mengambil satu hal dari pidato saya hari ini, inilah pesannya: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan,” ujar Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi sahabat bagi seluruh negara dan tidak menjadi musuh bagi siapa pun.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa prinsip tersebut menjadi fondasi utama politik luar negeri Indonesia ke depan. Indonesia memandang hubungan internasional sebagai ruang untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan manfaat bersama, bukan arena pertarungan kepentingan sempit.