JAKARTA – Penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra terus berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BUMN, serta sektor swasta menunjukkan sinergi kuat dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus mendorong pemulihan ekonomi pascabencana. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada awal tahun 2026.
Banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh dan Sumatra Utara tidak hanya berdampak pada hunian dan infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga. Menyikapi hal tersebut, pemerintah mempercepat distribusi logistik berupa pangan, air bersih, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan darurat lainnya. Distribusi dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara agar bantuan dapat menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi. Upaya ini sekaligus menjadi fondasi awal bagi pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa pihaknya memperkuat koordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian industri hulu migas terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasinya yang terdampak bencana,” ujar Djoko.