Wahana Pasar Malam di Lapangan Mini Kalabahi Tidak Ada Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal

Antrian panjang beli kupon Rp 20 ribu per orang, warga yang ingin menikmati permainan bianglala pasar malam di Lapangan Mini Kota Kalabahi | Foto: Dok Joka

Kalabahi, wartaalor.com – Kurang lebih satu pekan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, NTT menggelar wahana hiburan, atau sering sebagian masyarakat sebut pasar malam di Lapangan Mini Kota Kalabahi.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebut kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Pemda Alor dengan Event Organization (EO) asal Kota Kupang, dan menghadirkan berbagai jenis permainan anak-anak hingga orang dewasa.

Salah satu jenis permainan anak-anak dan orang dewasa yakni melempar balon dengan hadiah minyak goreng, super mie dan lain-lain. Sebelumnya masyarakat pengunjung membeli terlebih dahulu voucher Rp 10 ribu per orang | Foto: Dok Joka

Disaksikan wartawan, sejak dibuka pasar malam tersebut, masyarakat Alor datang berbondong-bondong menikmati permainan yang ada, dengan terlebih dahulu membeli voucher atau kupon dengan harga bervariasi.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui bahwa harga kupon paling tinggi Rp 20 ribu per orang untuk wahana bianglala dan paling rendah Rp 5.000 untuk jenis permainan lempar gelang, lempar balon, dan permainan lainnya.

Pasar malam juga, sesungguhnya menjadi tempat berbagai pedagang kecil berkumpul untuk menjajakan berbagai jenis barang dan makanan di sepanjang jalan yang dipenuhi dengan lampu-lampu berwarna. Secara tradisional, pasar malam sering diadakan di malam hari, menjelang atau sesudah waktu makan malam. Pasar malam identik dengan suasana ramai, jajanan enak dan berbagai wahana seru yang menjadi antusias pengunjung.

Tak hanya menjadi tempat belanja dan kuliner, pasar malam juga menghadirkan beragam wahana hiburan yang menjadikan destinasi favorit untuk keluarga.

Meski ditengah-tengah kemeriahan yang ada, sebagian warga protes karena kegiatan ini mayoritas menghadirkan pengelola dari luar Alor. Sehingga secara ekonomi masyarakat lokal tidak menikmati dampak.

Sebagaimana disampaikan warga bernama Petrus Samai kepada wartawan di Kota Kalabahi, Kamis, (11/9/25) sore. Petrus mengatakan, hampir semua jenis permainan yang ada di Lapangan Mini Kalabahi dikelola oleh orang dari luar.

Petrus mengatakan, memang ada beberapa warga lokal pelaku usaha yang berjualan berbagai jajanan di pinggir lapangan, tetapi keuntungan yang mereka dapat tidak seberapa. Karena masyarakat yang datang bawa uang lebih banyak untuk mereka menikmati permainan daripada membeli jajanan.

“Saya kira pemerintah pasti tahu lah untung dan rugi masyarakat lokal yang berjualan jajanan itu. Memang kalau soal hiburan ya masyarakat terhibur, tetapi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM kecil. Nah ini kan mereka datang buka pasar malam. Setelah meraup keuntungan ratusan juta, mereka pulang. Jadi uang yang mereka dapatkan bukan berputar disini tapi dibawa pulang,” ujar Petrus.

Petrus Samai, warga Kota Kalabahi – Alor

Petrus membeberkan, pelaksanaan pasar malam ini memang ada PAD bagi daerah, tetapi mungkin tidak seberapa dari keuntungan jauh lebih besar dari pengelola dapat.

“Semua jenis permainan itu bawa dari luar. Lalu setiap malam orang datang beli kupon dengan harga bervariasi untuk bermain. Maka tanpa kita sadari setiap malam uang ratusan juta berputar di Lapangan Mini Kalabahi. Sekarang sudah satu minggu lebih, bayangkan saja berapa keuntungan yang mereka sudah dapat,” ungkap Petrus.

Sementara itu, warga lain bernama Ben juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut Ben, jika dibandingkan pasar malam dengan pelaksanaan car free day, maka lebih berdampak car free day. Karena pelaku UMKM yang berjualan jajanan dipinggir lapangan sangat diuntungkan secara ekonomi.

“Kalau misalnya permainan berhadiah barang-barang seperti minyak goreng, super mie, beras dan lain-lain itu mereka beli di Alor ya mungkin, tapi ini kan tidak. Barang-barang semua mereka bawa datang dari luar nah..,” tandas Ben.

Wahana bianglala paling diminati anak-anak hingga orang dewasa | Foto: Dok Joka

Ben menyarankan kepada Pemda Alor, boleh orang luar mengadakan event pasar malam di Kalabahi, tetapi tidak boleh lebih dari satu minggu seperti sekarang. Ataukah boleh mereka datang, tetapi untuk melatih anak-anak muda Alor. Agar kedepan, anak-anak muda Alor juga bisa melaksanakan event semacam ini di Kalabahi.

“Masyarakat yang datang ini, banyak yang siang hari dorang cari uang setengah mati hanya untuk bagaimana malam mereka bisa antar anak datang di pasar malam. Tetapi setelah itu, uang itu tidak berputar di sini (Alor). Keuntungan yang mereka dapat mereka bawa pulang,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, pihak panitia maupun Pemda Alor belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini tayang.
***(joka)

Pos terkait