Jakarta – Indonesia terus menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi investasi yang stabil dan menjanjikan. Dalam lima tahun terakhir, Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat dari Rp98 triliun pada kuartal pertama 2020 menjadi Rp230 triliun pada kuartal pertama 2025. Lonjakan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Februari 2024. Lembaga ini bertugas mengelola aset BUMN senilai lebih dari Rp10.000 triliun serta menarik investor global melalui investasi strategis jangka panjang.
Dalam East Ventures Summit 2025, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, memaparkan peran ganda lembaganya melalui dua divisi utama: induk operasional dan induk investasi.
“Sebagai induk operasional, kami ingin membangun perusahaan kelas dunia. Saat ini, ada sekitar 845 perusahaan yang telah dinaungi oleh Danantara Indonesia. Tugas kami adalah merampingkan bisnis perusahaan-perusahaan tersebut dan fokusnya ialah optimalisasi, efisiensi, memaksimalkan dividen, dan menjadi bagian dari perusahaan Global Fortune 500,” jelas Pandu.
