Aparat Diduga Malas Kerja, Camat Teluk Mutiara Segel Kantor Desa Adang Buom

  • Whatsapp
Camat Teluk Mutiara, Mohammad Ridwan Nampira segel Kantor Desa Adang Buom dengan cara palang pintu menggunakan bambu. FOTO: ISTIMEWA

KALABAHI, WARTAALOR.com – Camat Teluk Mutiara (Telmut), Mohammad Ridwan Nampira, S.Sos terpaksa mengambil langkah tegas dengan menyegel Kantor Desa Adang Buom, Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor, NTT, Senin, (4/10/21) sekitar Pukul 10.00 Wita pagi tadi. Camat Ridwan ambil langkah tegas setelah mengetahui Kepala Desa Stefanus Maro dan seluruh perangkat tidak berada ditempat.

Orang nomor satu di kantor kecamatan Teluk Mutiara itu segel kantor desa Adang Buom dengan cara palang pintu menggunakan bambu.

Bacaan Lainnya

“Tadi saya mau koordinasi ke Desa Adang Buom terkait dengan pelayanan vaksin untuk masyarakat yang rencananya dilakukan di SMP Kenarilang. Cuma waktu saya ke kantor desa, kantor desa tutup malah ada selot lagi dari luar. Bagaimana kita mau berikan pelayanan kepada warga masyarakat kalau sampai jam 10 kantor masih tutup?,” tandas Camat Ridwan saat dikonfirmasi Wartawan via WhatsApp.

Sosok yang dikenal disiplin dan tegas dalam kerja ini menandaskan, tugas utama aparatur baik di kecamatan, kelurahan dan desa adalah untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Sehingga, bila tanggungjawab yang diemban tidak dijalankan dengan baik, maka sebagai pimpinan wilayah ia terpaksa memberikan sanksi seperti segel kantor.

“Saya tanya, alasan kenapa kantor di tutup, karena bendahara sementara mengikuti asistensi perubahan dana desa di kecamatan. Berarti di Desa Adang Buom ini cuma ada kepala desa dan bendahara, yang lain kemana..?,” tanya Ridwan dengan nada tegas.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo memberikan penghargaan kepada Camat Teluk Mutiara Mohammad Ridwan Nampira. Penghargaan sebagai camat disiplin diberikan Amon Djobo usai pelaksanaan Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-76 pada 17 Agustus 2021 lalu.

Menurut dia, apa yang dilakukan ini menjadi catatan kami untuk melakukan pembinaan.

“Besok saya arahkan seluruh aparat Desa Adang Buom ketemu saya di kecamatan Teluk Mutiara. Sayang sekali pemerintahan desa dibekali dengan dana desa yang besar tapi pelayanan terhadap masyarakat saja seperti ini,” kesal Ridwan.

Menurut dia, banyak masyarakat Desa Adang Buom yang menyambut baik ketika dirinya segel kantor desa. Perangkat desa setempat diduga malas dan tidak masuk kantor.

“Ternyata kemalasan aparat desa untuk masuk kantor tepat waktu melayani masyarakat ini sudah sering terjadi. Saya sangat tidak terima aparatur baik dia ASN ataupun tenaga honor yang sudah di biayai oleh negara tapi seenaknya melaksanakan tugas dengan tidak disiplin,” timpal Camat Ridwan.

Selama kepemimpinannya sebagai camat, lanjut Ridwan, sudah dua kali ia segel kantor karena perangkatnya malas kerja.

“Yang pertama di kelurahan Kalabahi Timur (Kadelang). Mereka juga sama sampai hari ini saya arahkan untuk apel pagi dan siang di kantor kecamatan setiap hari sampai kapan sudah terbiasa disiplin baru kembali lagi apel di kantor lurah. Khusus kecamatan, saya wajibkan setiap kelurahan mengirimkan laporan dan foto setiap hari apel pagi dan siang untuk kita melihat kedisiplinan aparat di kelurahan,” tambah Ridwan.

Dia kembali menegaskan bahwa masalah disiplin bukan keinginan dirinya, tetapi sudah jelas dalam aturan kepegawaian. Mengingat di kecamatan Teluk Mutiara adalah kecamatan kota, sehingga banyak persoalan yang terjadi sangat membutuhkan kesiapan aparat dalam memberikan pelayanan.

Sementara itu, hingga berita ini tayang, Kepala Desa Adang Buom Stefanus Maro belum berhasil dikonfirmasi Wartawan. ***(joka)

Pos terkait