TNI AD Batalyon Zeni Konstruksi 13 Gandeng Kodim Alor Bangun Jembatan Siboil Waisika

  • Whatsapp
Jembatan Siboil Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut roboh akibat hantaman banjir bandang awal April lalu. TNI AD Batalyon Zeni Konstruksi 13 bersama Kodim 1622/Alor membangun kembali secara darurat agar bisa digunakan masyarakat/FOTO PEPENK

KALABAHI, WARTAALOR.com – Jembatan Siboil di Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut (ATL) Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) roboh dihantam banjir bandang saat badai Siklon Seroja melanda wilayah NTT 4 April 2021 lalu. TNI AD Batalyon Zeni Konstruksi 13 bersama Kodim 1622/Alor bekerjasama untuk membangun kembali jembatan penghubung antara Kecamatan ATL dan Alor Selatan tersebut.

Pekerjaan pembangunan Jembatan Siboil dilakukan TNI AD Batalyon Zeni Konstruksi 13 dan Kodim 1622 Alor. Jembatan ini dibangun kembali secara darurat usai diterjang banjir bandang awal April lalu.

Dandim 1622/Alor, Letkol Inf. Supyan Munawar, S.Ag kepada Wartawan, Senin, 26/4/2024 mengatakan, bantuan ini diberikan oleh Kepala Staf TNI AD untuk kegiatan pembangunan jembatan darurat Siboil yang putus akibat badai seroja.

“Pekerjaan jembatan tersebut juga didukung langsung personil dan peralatan dari Batalyon Zeni Konstruksi 13 TNI AD,” kata Supyan yang juga eks HMI ini.

Menurut Munawar, jembatan siboil memang mendapat perhatian serius untuk menormalkan aktivitas masyarakat dari dua kecamatan tersebut.

“Dari pengamatan saya, aktivitas masyarakat di jalur tersebut cukup tinggi, lintasan lalu lintas juga lumayan padat. Untuk itu jembatan ini segera dibangun darurat untuk membantu atau memudahkan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Dandim Supyan menambahkan, pekerjaan jembatan heli ini juga merupakan upaya Pemerintah pasca bencana alam yang melanda Kabupaten Alor. “Untuk itu saya menghimbau kepada semua institusi dan komponen masyarakat untuk saling bahu membahu mendukung kegiatan pekerjaan agar berjalan lancar,” imbuh Munawar.

Selain itu dirinya juga berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebar isu lewat media sosial yang akan membuat gaduh publik.

“Saat ini masyarakat butuh informasi yang dapat membangkitkan semangat pasca bencana. Kalau ada masalah bisa dilaporkan sesuai jalurnya, jangan umbar di medsos,” tutup Dandim Alor  Letkol Inf. Supyan Munawar, S.Ag.* (Joka)

Pos terkait